Oleh : Cleatus Alua
Berbagai bentuk kecurangan yang dilakukan DPP KNPI Versy Riano Panjahitan kini kembali di Reduplikasi oleh Kelompok Ceman dan Unas Untuk Menghacurkan Masa Depan Pemuda Papua Pegunungan.
Pemuda Papua Pegunungan sudah saatnya Bangkit dari tidur panjang! Anda harus belajar proses bukan menghalalkan segala cara demi mengejar hasil!!! Singsingkan lengan bajumu, Kepalkan tanganmu, kedepankan pikiran kritismu, mari tong buat sejarah untuk bangun marwah KNPI yang yg diporak-porandakan oleh ambisi dan permainan kotor. KNPI harus menjadi benteng moral, laboratorium demokrasi, Laboratorium Kader dan mercusuar harapan generasi muda.
Namun Faktanya KNPI sedang diinjak-injak oleh oknum-oknum yang haus kekuasaan. Mereka bukan hanya melanggar aturan, tetapi mereka menebar racun moral, merusak akar nilai, dan menodai seluruh marwah organisasi seperti yang pernah dilakukan oleh DPP KNPI Ryano Panjahitan Perusak persatuan pemuda indonesia.
Ingatlah nama-nama mereka yang ada dibenak anda. Yaitu mereka yang sedang mengerakan agenda Rapim & Musda dan sekjen DPP KNPI yang menjadi bagian dari penghancur Pemuda Indonesia.
Kam tau ka tidak? Mereka tidak pernah melalui proses kaderisasi yang sah dari OKP dan KNPI, namun terlalu kedepankan ambisi untuk memaksakan keputusan yang menabrak AD/ART dan PO Organisasi secara terang-terangan didepan para pemuda yang kritis. Coba Kamu lihat, saat Menjelang verifikasi calon, Rapim, dan Musda, mereka bermufakat mengoreskan jejak hitam yang menghacurkan mekanisme aturan KNPI di Papua Pegunungan. Dong pu kelakuan ini, semacam luka dalam yang bisa membunuh regenerasi kepemimpinan dan merusak masa depan pemuda Papua Pegunungan.
Pemuda kam harus buka mata, Mereka itu bukan pemimpin!!! Tapi perusak, penyesat, dan ambisi buta!!!. Setiap keputusan yang dong buat, fatalnya menurunkan moral, meruntuhkan esensi nilai, mencederai demokrasi internal, kontras dengan konsitusi organisasi dan secara sepihak dong jadikan organisasi KNPI arena perhelatan kepentingan pribadi yang hedonisme dan oportunis. Kamu pemuda buka mata, tajamkan pikiran kritis dan coba kam lihat.. KNPI kini berubah dari rumah pembelajaran menjadi ladang ambisi gelap yang sedang meracuni nurani pemuda. Ini adalah pengkhianatan terang-terangan terhadap cita-cita dan nilai kepemudaan.
Yang lebih memilukan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Papua Pegunungan malah menghadiri proses yang cacat aturan. Fakta ini menampar wajah kita dengan keras. Karna kepentingan Oknum sering lebih tinggi daripada marwah pemuda. Sampai kapan kita akan membiarkan sejarah mencatat generasi kita sebagai saksi diam ketika oknum perusak ini dong hadir mendikte masa depan pemuda?
Pemuda Papua Pegunungan, dengarlah! Diam berarti anda membiarkan masa depan pemuda hancur. Setiap keheningan adalah kesempatan bagi oknum perusak ini untuk melanjutkan pengrusakan. KNPI harus direbut kembali, dibangkitkan, dan dinyalakan api moralnya. KNPI harus kembali menjadi rumah pemuda bermartabat, laboratorium kader dan demokrasi, serta KNPI harus jadi benteng moral yang menyalakan intelektualitas, keberanian, dan idealisme.
Ini bukan saatnya menunggu! Ini adalah panggilan untuk bersatu, berpikir kritis, dan bertindak dengan keberanian moral. Argumentasi yang berani, aksi terorganisir, dan tekad untuk menegakkan kebenaran adalah senjata kita. Kita adalah api yang membakar kebusukan dan Kebobrokan. Mari kita menyalakan harapan baru, mercusuar perlawanan harus dikobarkan untuk melawan niat oknum-oknum perusak KNPI.
Kekuasaan tanpa moral adalah racun yang menghancurkan. Pemuda yang berdiam diri adalah bagian dari racun itu sendiri. KNPI bukan milik segelintir orang. KNPI adalah milik seluruh pemuda Papua Pegunungan yang menuntut masa depan bersih dari manipulasi, korupsi moral, dan kepentingan pribadi.
Bangkitlah! Suara kita, langkah kita, keberanian kita adalah penentu apakah KNPI tetap menjadi rumah pemuda yang bernilai atau sekadar panggung kekuasaan segelintir oknum. Jangan biarkan sejarah mencatat kita sebagai generasi yang diam saat organisasi dan masa depan pemuda dirusak. Kobarkan api keadilan, rebut kembali marwah KNPI, dan tunjukkan bahwa pemuda Papua Pegunungan adalah kekuatan yang tak terbendung!
Ko bilang ko tau berorganisasi tapi faktanya pikiran kritismu mati. Maka kam yang su lihat proses salah baru ikut-ikutan tak lebih terhormat dari bunglon.
Wa..wa..wa..Nayaklak, Kinaonak, Nare, Yepmum, Wiwao, Waldak






Posting Komentar