FKPB: Anwar Hafid Wujudkan Pemerataan Pembangunan Lewat Program BERANI Menyala


PALU – Forum Klarifikasi Publik BERANI (FKPB) menilai Program BERANI Menyala yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjadi salah satu bukti nyata komitmen Gubernur Anwar Hafid dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses listrik.


Ketua FKPB, Octhavianus Sondakh, S.H., mengatakan bahwa pembangunan yang berpihak kepada masyarakat tidak selalu ditandai oleh proyek-proyek besar yang terlihat secara fisik, tetapi juga melalui upaya menghadirkan layanan dasar yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.


“Listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ketika akses listrik semakin merata, dampaknya bukan hanya pada penerangan rumah tangga, tetapi juga terhadap pendidikan, kesehatan, produktivitas ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Karena itu kami melihat Program BERANI Menyala sebagai salah satu langkah konkret pemerataan pembangunan yang sedang diwujudkan oleh Gubernur Anwar Hafid,” kata Octhavianus, Minggu (24/5/2026).


Berdasarkan data yang dipublikasikan media Trilogi.co.id pada 21 Mei 2026, Program BERANI Menyala telah merealisasikan 905 sambungan listrik rumah tangga hingga tahun 2025. Sementara pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan tambahan 1.017 sambungan listrik baru yang akan menjangkau sembilan kabupaten di Sulawesi Tengah.


Menurut Octhavianus, capaian tersebut menunjukkan bahwa program prioritas yang dicanangkan sejak awal masa pemerintahan Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


“Angka 905 sambungan listrik itu bukan sekadar statistik. Di balik angka tersebut ada ratusan keluarga yang kini menikmati penerangan yang lebih baik, anak-anak yang memiliki kesempatan belajar lebih nyaman pada malam hari, serta masyarakat yang dapat menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih produktif. Inilah bentuk pembangunan yang manfaatnya langsung dirasakan rakyat,” ujarnya.


FKPB menilai perluasan akses listrik memiliki nilai strategis karena menjadi fondasi bagi berbagai sektor pembangunan lainnya. Ketersediaan listrik yang memadai akan mendukung peningkatan kualitas pendidikan, memperkuat pelayanan kesehatan, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.


“Ketika listrik masuk ke desa-desa, maka peluang masyarakat untuk berkembang juga semakin besar. UMKM bisa tumbuh, pelayanan publik menjadi lebih baik, dan kualitas hidup masyarakat meningkat. Karena itu BERANI Menyala tidak boleh dipandang hanya sebagai program kelistrikan, tetapi sebagai investasi pembangunan manusia dan ekonomi daerah,” jelas Octhavianus.


Ia menambahkan bahwa selama ini masih terdapat sejumlah wilayah yang menghadapi keterbatasan akses energi akibat kondisi geografis maupun keterjangkauan jaringan listrik. Oleh karena itu, langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk terus memperluas layanan listrik dinilai sebagai bentuk keberpihakan terhadap masyarakat yang selama ini belum menikmati layanan yang sama dengan daerah lain.


“Pemerataan pembangunan berarti memastikan seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang setara untuk maju. Apa yang dilakukan melalui BERANI Menyala menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada kawasan perkotaan, tetapi juga berupaya menjangkau masyarakat hingga ke desa-desa dan wilayah yang membutuhkan perhatian lebih,” katanya.


FKPB juga mengapresiasi sinergi yang dibangun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama PLN dan berbagai pihak dalam mendukung percepatan akses listrik bagi masyarakat. Menurut Octhavianus, kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan target pembangunan dapat tercapai secara efektif.


“Pembangunan yang berhasil selalu membutuhkan kerja sama yang kuat. Karena itu kami melihat kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam Program BERANI Menyala sebagai langkah positif yang perlu terus diperkuat,” ujarnya.


Lebih lanjut, Octhavianus menilai Program BERANI Menyala melengkapi berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebelumnya, Program BERANI Cerdas telah memberikan dukungan pendidikan kepada puluhan ribu mahasiswa, sementara Program BERANI Sehat membantu masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih baik.


“Yang terpenting adalah masyarakat mulai merasakan manfaatnya. Program-program seperti BERANI Cerdas, BERANI Sehat, dan BERANI Menyala menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang target dan angka, tetapi tentang bagaimana kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dari waktu ke waktu,” katanya.


FKPB berharap target tambahan 1.017 sambungan listrik baru pada tahun 2026 dapat terealisasi sesuai rencana sehingga semakin banyak masyarakat Sulawesi Tengah yang menikmati akses listrik yang aman, layak, dan berkelanjutan.


“Publik tentu berhak mengawasi jalannya pemerintahan. Namun ketika ada program yang berjalan baik dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, maka apresiasi juga perlu diberikan. Program BERANI Menyala menunjukkan komitmen Gubernur Anwar Hafid untuk menghadirkan pemerataan pembangunan yang tidak berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata di lapangan,” pungkas Octhavianus.


(Samsul Daeng Pasomba.PPWI/Tim)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama