" MENEGUHKAN PERAN PARTAI PPP DALAM AKSELERASI KESEJAHTERAN RAKYAT "



Jakarta ,15 Januari 2026

Rahmat Hidayat Kader PPP Mantan AKTIVIS 98 di panggil akrab Somad di kalangan para aktivis 98 Mengatakan dengan tegas di siaran pers nya, 

Menempatkan Partai sebagai penggerak solusi, bukan sekadar penonton demokrasi

Di tengah dinamika politik nasional yang kerap terseret pada konflik elite dan tarik-menarik kepentingan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menegaskan kembali orientasi dasarnya: politik harus bermuara pada kesejahteraan rakyat. Bagi PPP, partai politik tidak boleh berhenti sebagai kendaraan elektoral, melainkan harus hadir sebagai institusi yang memberi arah, solusi, dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Demokrasi prosedural—pemilu, pergantian kekuasaan, dan kontestasi politik—tidak akan bermakna tanpa demokrasi substantif. Substansi itulah yang diukur dari sejauh mana kebijakan publik mampu menjawab kebutuhan dasar rakyat: pangan yang terjangkau, layanan kesehatan yang layak, pendidikan yang berkualitas, serta keadilan ekonomi yang merata. Dalam kerangka inilah PPP memandang peran partai politik harus terus diperkuat dan dimaknai ulang.

PPP menempatkan diri sebagai penggerak solusi, bukan sekadar penonton atas problem kebangsaan. Partai memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk terlibat aktif dalam proses perumusan gagasan, pengawalan kebijakan, serta kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dukungan terhadap program-program pro-rakyat—seperti penguatan ketahanan pangan, pemenuhan gizi masyarakat, peningkatan layanan kesehatan, dan pemberantasan korupsi—merupakan bagian dari komitmen ideologis, bukan sikap pragmatis jangka pendek.

Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan kesejahteraan tidak bersifat tunggal. Ketimpangan antarwilayah, lemahnya daya beli masyarakat, serta kerentanan kelompok rentan menuntut pendekatan politik yang responsif dan berpihak. PPP mendorong agar setiap kebijakan publik dilihat dari dampaknya bagi rakyat, bukan semata dari kepentingan kekuasaan atau popularitas sesaat.

Lebih jauh, PPP memandang bahwa penguatan peran partai harus dimulai dari penguatan kapasitas kader dan struktur organisasi. Partai harus mampu menjadi jembatan yang efektif antara aspirasi rakyat dan kebijakan negara. Tanpa kader yang memahami problem riil masyarakat, politik akan kehilangan relevansi sosialnya dan terjebak pada simbolisme kosong.

Politik kebermanfaatan menjadi ukuran utama yang ditawarkan PPP. Keberhasilan partai tidak diukur dari kerasnya retorika atau intensitas konflik, melainkan dari kontribusinya dalam menghadirkan solusi dan memperbaiki kualitas hidup rakyat. Dalam perspektif ini, stabilitas politik, persatuan nasional, dan kerja kolaboratif menjadi prasyarat penting bagi percepatan kesejahteraan.

Dengan meneguhkan peran tersebut, PPP ingin memastikan bahwa demokrasi Indonesia tidak berjalan di tempat. Politik harus terus bergerak dari sekadar kompetisi menuju pengabdian. Di tengah tantangan zaman dan ekspektasi publik yang semakin tinggi, PPP memilih jalan konsistensi nilai, kerja nyata, dan keberpihakan yang jelas—bahwa tujuan akhir politik adalah kesejahteraan rakyat dan kemaslahatan bangsa.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama