Nyaris Ricuh! Presiden GEMPAR Indonesia Buka Suara Soal 'Debat Panas' Dana Pergerakan: "Kami Solid, Ini Alarm Buat Pemerintah!"



​SAMARINDA – Suasana rapat evaluasi Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim di Samarinda, Kamis (23/4) malam, mendadak "mendidih". Gesekan antara ratusan mahasiswa dengan tokoh masyarakat sempat memicu ketegangan tinggi terkait transparansi dana pergerakan.


Namun, di balik keriuhan itu, Presiden GEMPAR Indonesia, Hesrudin Gaffar, justru mengirimkan pesan yang menggetarkan, ​Bukannya panik, tokoh yang dikenal vokal ini justru menyebut insiden tersebut sebagai bukti bahwa aliansi masyarakat dan mahasiswa di Bumi Etam memiliki integritas yang ttinggi


​"Mahasiswa bertanya detail dana itu bagus, itu namanya fungsi kontrol. Kita tidak antikritik," tegas Hesrudin Gaffar saat dikonfirmasi media, Jumat (24/4).


​Menurutnya, perdebatan semalam adalah 'ujian nyali' sekaligus bukti bahwa gerakan mereka tidak bisa disetir oleh kepentingan manapun. "Kalau urusan dapur saja kita berani saling bedah secara objektif, maka Gubernur harus mulai bersiap. Kami akan bedah penggunaan anggaran daerah.


​Salah satu poin menarik yang disoroti Hesrudin adalah bagaimana ketenangan aliansi masyarakat mampu meredam situasi meski kalah jumlah secara mencolok. ​"Bayangkan, sekitar 20 orang dari kita berdiri di tengah 300 mahasiswa. Tensi sangat kuat, kecurigaan tinggi, tapi kita tidak chaos. Kita bisa kendalikan situasi agar berakhir adem. Itu bukti mental petarung kita sudah matang untuk mengawal isu yang lebih besar," jelasnya.


​Peringatan untuk "Penggoreng" Isu

​Terkait potensi adanya pihak yang ingin mengadu domba lewat rekaman video atau opini di media sosial, Hesrudin memberikan peringatan keras. Ia mengingatkan bahwa saat ini "mata publik" ada di mana-mana, dan aktivis harus sadar akan risiko penggiringan opini.

​"Jangan mau jadi objek santapan netizen karena kepentingan orang lain. Semakin kita diaduk, kita harus semakin lekat. Kita jangan terpecah oleh isu menyesatkan," tambahnya.


​Bagi Hesrudin, insiden semalam hanyalah 'simulasi perang' sebelum aksi yang lebih besar. Ia memastikan bahwa seluruh elemen pergerakan kini sudah kembali satu frekuensi pasca "tumpah"nya uneg-uneg dalam rapat semalam.


​"Setelah adem lagi, kita makin fresh. Kejadian semalam justru menguatkan tekad kita. Fokus kita tetap satu: Hak Rakyat untuk Sejahtera di Bumi Etam. Sampai jumpa di Demo Jilid 2, kami pastikan barisan ini semakin solid!" pungkas Presiden GEMPAR Indonesia tersebut dengan optimis.(red).


Sumber: Presiden Gempar Indonesia.

Editor: Irfan, Nasrullah

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama