MAKASSAR - Kurangnya perhatian dan pengawasan orang tua terhadap anak dinilai menjadi salah satu pemicu meningkatnya kenakalan remaja yang berujung pada pelanggaran hukum. Pesan edukatif tersebut disampaikan Kapolsek Tamalate Polrestabes Makassar, Kompol H. Muh. Thamrin.,S.E.,M.M dalam Safari Subuh kamis Berkah di Masjid Haqqul Yaqin, Jl. Daeng Ngadde nomor 03, kelurahan Parang tambung, kecamatan Tamalate, Kamis pagi (16/04/2026).
Hadir dalam safari subuh tersebut, kanit Pam Waster Sat. Obvit, Akp H. Arifuddin.,S.Sos, kanit V Sat Intelkam, Iptu Ismail HS, kasubsi Dumas Siwas, Iptu Lukman.,S.Pd.,M.M, Waka Polsek Tamalate, Akp Kaharuddin, Kanit Binmas Polsek Tamalate, Iptu Fendy Sjahril, Ps. Kasihumas, Aiptu Haeruddin, Ps. Kasium Aipd Basri, dan Bhabinkamtibmas keluraham Parang Tambung, Aiptu Firmawan.,S.H.,M.H.
Mewakili Kapolrestabes Makassar, Akbp Andi Erma Suryono.,S.H.,S.I.K.,M.M, menegaskan bahwa banyak persoalan kamtibmas yang ditangani kepolisian, khususnya di wilayah Kecamatan Tamalate, melibatkan anak dan remaja usia dini.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berawal dari lemahnya peran keluarga dalam mengawasi serta memenuhi kebutuhan dasar anak secara seimbang, baik secara fisik, emosional, maupun sosial.
“Masih sering kita jumpai orang tua mampu membelikan kendaraan atau gawai (peranti elektronik praktis dengan tehnologi canggih dan berukuran portabel), tetapi kurang memperhatikan kebutuhan pendukung dan pengawasannya. Ada juga anak yang harus menempuh jarak jauh ke sekolah tanpa kontrol yang memadai. Situasi ini dapat mendorong anak mengambil keputusan keliru hingga melanggar hukum,” ujar Kompol H. Muh. Thamrin.
Ia menekankan bahwa orang tua memiliki peran strategis sebagai pendamping sekaligus tempat berkeluh kesah bagi anak, bukan semata-mata sebagai pihak yang menghukum ketika terjadi kesalahan.
“Anak butuh ruang untuk bercerita dan merasa aman di rumah. Jika komunikasi terputus, mereka akan mencari pelampiasan di luar, yang belum tentu membawa kebaikan,” tambahnya.
Kapolsek Tamalate juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap lingkungan sekitar, karena pencegahan kenakalan remaja merupakan tanggung jawab bersama.
Kita sudah lewati Pergantian tahun baru, dan bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 kemarin , Alhamdulillah wilayah hukum Polsek Tamalate tidak ada kasus menonjol, aman dan kondusif, di karenakan fakta di lapangan para tokoh-tokoh masyarakat, Agama, Pemuda dan ibu-ibu serta Para ketua RT/RW aktif berkaloborasi dengan aparat keamanan menjaga Kamtibmas.
Marilah mengajak jamaah memperkuat ibadah, mempererat hubungan sosial, serta terus meningkatkan kualitas diri melalui ilmu pengetahuan dan pemahaman agama dan tidak terprovokasi berita HOAX, khususnya dalam menyambut May day (hari buruh Nasional), dengan penuh kedamaian. filsafat adat orang bugis perlu di pegang, SIPAKALEBBI, SIPAKATAU, SIPAKAENGA. Filsafa E.S ini sangat relevan sebagai pedoman dalam intraksi sosial dan pendidikan karakter untuk mencegah konflik di masyarakat.



Posting Komentar