PANGKEP – jurnalinti27.my.id //Pelatihan Pengelolaan Manajemen Berbasis Sekolah untuk Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua yang digelar Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) memasuki hari kedua dengan penekanan pada penguatan kepemimpinan pembelajaran, kolaborasi guru, serta kemitraan strategis sekolah.
Materi hari kedua disampaikan oleh Ketua MKKS SMP Pangkep, Alimuddin, S.Pd., M.Pd., yang menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam memahami dan mengimplementasikan konsep pembelajaran mendalam (deep learning) dalam praktik pendidikan di sekolah.
Dalam pemaparannya, Alimuddin menjelaskan bahwa kepala sekolah harus mampu membedakan secara jelas antara pembelajaran mendalam dan pembelajaran yang belum mendalam. Pemahaman tersebut dinilai krusial agar kepala sekolah dapat mendorong perubahan nyata dalam proses belajar mengajar, tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, serta relevansi pembelajaran dengan kehidupan nyata.
“Kepala sekolah harus menciptakan budaya refleksi yang mendorong guru saling berbagi praktik baik, serta mengalokasikan waktu bagi guru untuk berkolaborasi dan merencanakan pembelajaran sebagai hasil dari proses berbagi tersebut,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, MKKS mendorong pembentukan Komunitas Belajar (Kombel) yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Komunitas ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan untuk saling berbagi strategi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mengimplementasikannya secara konsisten di lingkungan sekolah.
Selain penguatan pembelajaran, materi juga menyoroti pentingnya kepemimpinan dan pengelolaan kemitraan pembelajaran. Kepala sekolah didorong membangun hubungan yang baik dengan masyarakat melalui komite sekolah, serta menjalin kemitraan dengan pihak eksternal seperti perguruan tinggi, dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA), baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Kemitraan tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam menghubungkan kurikulum sekolah dengan aplikasi dunia nyata, sehingga pembelajaran menjadi lebih holistik, relevan, dan kontekstual. Kepala sekolah juga diharapkan mampu memotivasi guru dan siswa melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk universitas di dalam maupun di luar daerah, seperti di Makassar.
Dalam konteks transformasi pendidikan, disampaikan pula bahwa pembelajaran di sekolah saat ini semakin mengarah pada sistem digitalisasi. Namun demikian, kondisi geografis wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri karena keterbatasan akses jaringan internet di sejumlah daerah.
Pada kesempatan tersebut, peserta pelatihan menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan, salah satunya melalui program penyediaan televisi digital bagi sekolah, termasuk di wilayah kepulauan. Program ini dinilai sangat membantu dalam mendukung proses pembelajaran dan pemerataan akses informasi pendidikan.
Secara keseluruhan, pelatihan ini menegaskan peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran yang diibaratkan seperti dirigen orkestra, yang mampu mengoptimalkan peran siswa, guru, orang tua, masyarakat, serta pemanfaatan media sosial untuk menciptakan harmonisasi pendidikan. Kepala sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, mengenali karakteristik guru melalui supervisi berkelanjutan, serta didukung sarana dan prasarana yang memadai.
Melalui kegiatan ini, MKKS SMP Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan berharap kualitas kepemimpinan kepala sekolah semakin meningkat, sehingga berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan yang merata dan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Liputan: Haris Rate
Editor: jurnalinti27.my.id








Posting Komentar