Makassar – Proses perpindahan dua siswa kelas X ke SMAN 1 Makassar menuai sorotan tajam. Siti Aona, yang tercatat berasal dari MAN 2 Soppeng, serta Alfaro yang disebut berasal dari Moh Hatta, menjadi perbincangan hangat setelah muncul dugaan bahwa keduanya hanya “dititip nama” di sekolah asal sebelum akhirnya pindah ke sekolah unggulan di Kota Makassar tersebut.
Isu ini mencuat di kalangan siswa dan orang tua setelah beredar percakapan yang menyebutkan bahwa keduanya memiliki hubungan kekerabatan dengan pimpinan sekolah. Dalam percakapan yang beredar di lingkungan sekolah, disebutkan bahwa Kepala MAN 2 Soppeng,Kepala MOH HATTA dan Kepala SMAN 1 Makassar merupakan paman dari siswa yang bersangkutan.Kabar tersebut memantik tanda tanya besar.
Sejumlah orang tua siswa mempertanyakan apakah proses administrasi perpindahan telah melalui mekanisme resmi sesuai regulasi, atau justru ada perlakuan khusus yang berpotensi mencederai prinsip transparansi dan keadilan dalam dunia pendidikan.
“Kalau memang semua prosedur sudah sesuai aturan, seharusnya pihak sekolah terbuka dan menjelaskan. Jangan sampai muncul persepsi ada jalur istimewa,” ujar salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.
Pengamat pendidikan di Makassar menegaskan bahwa mutasi siswa, terlebih di tengah tahun ajaran berjalan, harus memenuhi syarat administrasi yang ketat, termasuk ketersediaan kuota, kelengkapan dokumen, serta rekomendasi resmi dari sekolah asal.
Perpindahan dari madrasah ke sekolah umum pun wajib mengikuti ketentuan yang berlaku agar tidak menimbulkan polemik.Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak MAN 2 Soppeng,moh hatta maupun SMAN 1 Makassar terkait isu dugaan “titip nama” tersebut.
Upaya konfirmasi kepada pimpinan sekolah masih terus dilakukan guna mendapatkan klarifikasi langsung dan memastikan kebenaran informasi yang beredar.Transparansi dinilai menjadi kunci untuk menjaga marwah lembaga pendidikan. Publik berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan terbuka agar tidak berkembang menjadi spekulasi liar yang dapat merugikan nama baik institusi pendidikan.
Media ini akan terus menelusuri perkembangan informasi serta membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait demi menjaga keberimbangan dan akurasi pemberitaan.







Posting Komentar