Kepala Sekolah SMAN 1 Makassar Diduga “Alergi” terhadap Wartawan, Transparansi Dipertanyakan





Makassar – Sikap Kepala Sekolah SMAN 1 Makassar menjadi sorotan setelah diduga menunjukkan sikap tidak kooperatif terhadap seorang wartawan yang hendak melakukan konfirmasi pemberitaan.


Informasi yang dihimpun menyebutkan, upaya konfirmasi terkait sejumlah isu di lingkungan sekolah tidak mendapat respons sebagaimana mestinya. Bahkan, narasumber menyebut adanya kesan “alergi” terhadap kehadiran wartawan yang menjalankan tugas jurnalistiknya.



Padahal, keterbukaan terhadap pers merupakan bagian penting dalam menjaga transparansi lembaga publik, termasuk institusi pendidikan negeri. Sikap tertutup atau enggan memberikan klarifikasi justru berpotensi menimbulkan spekulasi serta memperkeruh opini di tengah masyarakat.


Sejumlah kalangan menilai, pejabat publik seharusnya memahami bahwa kerja jurnalistik dilindungi undang-undang dan memiliki fungsi kontrol sosial. Konfirmasi yang diminta wartawan bukan untuk menjatuhkan, melainkan memberi ruang hak jawab agar informasi yang beredar tetap berimbang dan tidak sepihak.


“Jika memang tidak ada yang perlu ditutupi, seharusnya tidak ada alasan untuk menghindari konfirmasi. Transparansi justru akan menjaga nama baik institusi,” ujar salah satu pemerhati pendidikan di Makassar.


Hingga berita ini ditayangkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan sikap tidak kooperatif tersebut.Media ini tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab guna menjaga prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.


Publik kini menunggu penjelasan terbuka dari pihak sekolah, demi memastikan bahwa dunia pendidikan tetap menjunjung tinggi nilai akuntabilitas, profesionalisme, dan keterbukaan informasi.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama