Ketua DPD LPRI Provinsi NTT, Rezky Yunike Agustin Frans menegaskan, LPRI tidak butuh orang pintar namun butuh orang yang loyal.
Hal itu ditegaskannya saat memimpin langsung kegiatan Pemantapan Organisasi yang berlangsung pada Rabu, 22 April 2026, bertempat di salah satu kafe yang berada di wilayah Bakateo Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LPRI Kabupaten Malaka yang baru, Cyriakus Kiik, beserta seluruh jajaran pengurus tingkat daerah dan pengurus cabang Kabupaten Malaka.
Pertemuan ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk memperkuat struktur organisasi, menyelaraskan langkah kerja, serta mendalami berbagai persoalan strategis yang saat ini tengah terjadi dan dirasakan langsung di lapangan.
Lebih lanjut, Ketua LPRI NTT Rezky mengatakan, orang yang memiliki sifat loyal itu merupakan hal yang sangat langka, sedangkan orang yang pintar banyak seperti rumput di ladang. Ia menjelaskan, kepintaran seseorang saja tidak cukup untuk membangun organisasi yang kuat dan dipercaya masyarakat. Orang yang hanya pandai tanpa kesetiaan, kemampuannya bisa saja disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau golongan, sehingga justru merugikan tujuan organisasi.
Sebaliknya, orang yang setia dan berkomitmen tinggi meskipun kemampuannya masih perlu diasah, jika dijaga dan dibimbing dengan baik, akan bekerja dengan sungguh-sungguh, memegang teguh prinsip, dan selalu mengutamakan kepentingan organisasi serta rakyat banyak. Kesetiaan adalah dasar utama agar setiap tugas pengawasan dapat dijalankan dengan jujur, adil, dan tidak tergoyahkan oleh segala bentuk tekanan atau imbalan.
"Kita tidak membutuhkan orang yang hanya pandai berbicara atau memahami teori saja, tetapi kita membutuhkan orang yang benar-benar mau mengabdi, bertanggung jawab, dan setia menjalankan tugas sesuai aturan dan hati nurani. Itulah sebabnya kesetiaan menjadi syarat utama bagi setiap anggota dan pengurus LPRI," tegasnya.
Dalam kesempatan itu juga dibahas berbagai permasalahan krusial yang dihadapi masyarakat, mulai dari dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan dan aset daerah, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga kendala yang dihadapi oleh petani serta upaya memajukan sektor pertanian sebagai basis ekonomi masyarakat. Seluruh peserta diharapkan dapat bekerja sama dengan baik, menjaga kepercayaan yang diberikan, dan melaksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih, aman, dan sejahtera.

Posting Komentar