Aliansi Pengemudi Ojek Online Makassar-Gowa Mengancam Aksi Massa Besar-besaran Jika Manajemen Maxim Abaikan Tuntutan Batas Potongan Pendapatan 8% dan Evaluasi Fitur



MAKASSAR, 8 Oktober 2026 – Aliansi Pengemudi Ojek Online (Ojol) wilayah Makassar dan Gowa menyatakan sikap tegas terhadap manajemen kantor cabang Maxim. Para mitra driver mendesak pihak manajemen setempat untuk segera meneruskan tuntutan operasional mereka ke kantor pusat, serta mengancam akan menggelar aksi turun ke jalan secara masif apabila aspirasi tersebut diabaikan.


Pernyataan sikap ini dipicu oleh ketidakpuasan para mitra pengemudi terkait kebijakan pemotongan saldo per orderan yang saat ini dinilai melebihi batas regulasi. Berdasarkan Peraturan/Undang-Undang Kominfo/Perhubungan terbaru mengenai perusahaan aplikator yang diterbitkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Mei 2026, batas maksimal potongan pendapatan driver ditetapkan sebesar 8 persen. Namun, fakta di lapangan menunjukkan pihak aplikator masih memberlakukan potongan yang melampaui ketentuan hukum tersebut.



Selain persoalan potongan komisi, para pengemudi juga menuntut dua poin krusial lainnya:


Evaluasi Fitur 'Turno': Meminta peninjauan ulang atau penghapusan fitur yang dirasa merugikan sistem penerimaan orderan mitra.

Pembatasan Pendaftaran Driver Baru: Mendesak pembatasan kuota pendaftaran demi menjaga keseimbangan antara jumlah armada dengan ketersediaan orderan (orderan harian), guna menjamin kesejahteraan ekonomi driver yang sudah ada.


Ancaman Aksi Gerakan Massa

Perwakilan aliansi menegaskan bahwa tanah Makassar dan Gowa adalah tanah kelahiran yang dijunjung tinggi dengan prinsip Siri' na Pacce (harga diri dan rasa empati/solidaritas). 


Jika manajemen perusahaan asal Rusia ini tidak memberikan jawaban konkret atau tidak melaksanakan tuntutan dalam waktu dekat, aliansi siap melakukan konsolidasi akbar.


"Apabila tuntutan kami tidak diakomodasi, kami akan turun melakukan aksi bersama Sayap-Sayap Juang AMARA, organisasi kemasyarakatan (Ormas), elemen mahasiswa, lembaga swadaya, aliansi serikat buruh, seluruh komunitas ojol, hingga elemen rakyat setempat. Kami siap menggerakkan aksi massa besar yang mengingatkan pada pergerakan reformasi 1998 demi memperjuangkan hak-hak kami di tanah kelahiran kami sendiri," ujar perwakilan aksi dalam keterangannya.


Para pengemudi berharap pihak manajemen Maxim menghormati regulasi hukum yang berlaku di Indonesia serta mendengarkan keluhan para mitra lokal sebagai ujung tombak operasional perusahaan di daerah.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama