Makassar-Ditengah hiruk pikuk gerakan aksi demonstrasi yang menuntut keterbukaan dan klarifikasi isu yang beredar perihal dugaan skandal perselingkuhan bupati kabupaten gowa, Partai Amanat Nasioanal (PAN) yang merupakan partai yang menaungi Husni Talenrang bupati gowa memunculkan sebuah gerakan manufer dengan mencopot Sitti Husniah Talenrang sebagai ketua DPW PAN Sulawesi selatan pada Kamis, 7 Mei 2026.
Namun setelah ditelusuri pencopotan Sitti Husnia Talenrang yang sebelumnya sebagai Ketua DPW PAN sulawesi selatan ternyata membawanya kedalam kepengurus DPP Partia Amanat Nasional dengan jabatan yang cukup strategis yakni Wakil Sekretari Jendral DPP Partai Amanat Nasional.
Pencopotan dan pengangkatan tersebut mejadi tanda tanya besar untuk masyarakat ditengah hiruk pikuk Isu dugaan skandal perselingkuhan yang tengah bergulir dimasyarakat sulawesi selatan khususnya masyarakat kabupaten gowa.
Spekulasi kian merebak dan bahkan beberapa hari kedepan gerakan aksi demontrasi dari lembaga Simpul Pergerakan Mahasiswa dan Pemuda (SPMP) akan terjadi dibeberapa titik di kabupaten gowa dan kota makassar.
Andi.baso makkawaru selaku Ketua SPMP menegaskan bahwa kebijakan yang di keluarkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN) terasa janggal terlebih dalam situasi yang kurang kondusif.
"Partai PAN mengeluarkan kebijakan pada tanggal 7 mei 2026 kami anggap sedikit janggal" Ungkapnya.
Iya juga menyampaikan bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) seolah-olah memberikan perlindungan kepada Ibu Sitti Husnia Talenrang atau bupati gowa ditengah dugaan skandal perselingkuhan yang menyeret namanya.
"Seolah-olah PAN ini mau melindungi Ibu bupati gowa ditengah duggaan skandal perselingkuhan yang menyeret namanya" Tambahnya.
Bahkan sampai hari inipun bupati gowa tidak pernah melakukan klarifikasi secara resmi dihadapan masyarakat kabupaten gowa.
"Ditambah ibu bupati gowa belum ada klarifikasi resminya dihadapan masyarakat kabupaten gowa" tutupnya.

Posting Komentar