TENGGARONG, 10 Mei 2026 – Di tengah keterbatasan dan keadaan yang tidak menentu, semangat persaudaraan dan kebersamaan masih tumbuh subur di hati warga RT 23 Gang Citra Baru, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong. Melihat jalan lingkungan tempat mereka tinggal semakin rusak, berlubang, dan kerap tergenang air saat hujan turun—sehingga menyulitkan bahkan membahayakan langkah anak-anak menuju sekolah, orang tua yang hendak bekerja, hingga warga yang hanya ingin melintas dengan tenang—mereka memilih tidak hanya berdiam diri dan mengeluh. Dengan hati yang ikhlas dan kemampuan seadanya, mereka bersatu hati, mengumpulkan sedikit demi sedikit harta dan tenaga yang dimiliki, demi memperbaiki jalan yang telah menjadi urat nadi kehidupan sehari-hari.
Langkah mulia ini terpaksa diambil karena hingga saat ini, dukungan dana dari Anggaran Desa yang diterima baru mencapai 20 persen dari kebutuhan sebenarnya. Berita mengenai pencairan dana pembangunan pun belum terdengar kejelasannya, seolah-olah urusan kelancaran dan keselamatan warga di wilayah ini belum menjadi prioritas utama. Padahal, jalan yang rusak itu bukan sekadar urusan kerusakan fisik, melainkan telah menjadi beban dan kekhawatiran tersendiri bagi setiap keluarga: orang tua cemas anak-anaknya terpeleset atau terluka, warga yang bekerja khawatir terlambat atau kendaraannya rusak, dan lansia pun sulit melangkah hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Sungguh, kami tidak ingin membebani diri sendiri lebih berat lagi, karena penghidupan kami pun pas-pasan. Namun, melihat keadaan jalan yang makin parah dan menyusahkan semua pihak, hati kami tergerak. Daripada terus menunggu kabar yang belum pasti, kami sepakat untuk saling bahu-membahu. Uang yang terkumpul memang tidak banyak, hanya sumbangan tulus dari setiap keluarga, dan tenaga yang digunakan pun hanyalah tenaga kami sendiri. Kami lakukan ini semata-mata agar jalan ini tetap bisa dilalui, agar langkah anak-anak kami menjadi lebih aman, dan agar harapan kehidupan yang lebih baik tidak hilang begitu saja,” ungkap salah satu warga dengan nada penuh kesederhanaan dan ketabahan, Sabtu malam, 9 Mei 2026.
Di balik keringat yang menetes dan usaha yang tidak sedikit, tersimpan harapan yang sangat dalam dan sederhana. Warga sangat berharap agar Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kelurahan Loa Ipuh segera menyimak jeritan hati dan kebutuhan warga, serta mempercepat segala urusan administrasi dan pencairan anggaran yang telah direncanakan. Bagi mereka, dukungan pemerintah bukan sekadar soal bantuan dana, melainkan tanda kepedulian, perhatian, dan rasa tanggung jawab bahwa nasib dan kesejahteraan rakyat kecil pun menjadi bagian penting dari tugas dan kewajiban pemerintahan.
“Kami akan terus menjaga semangat kebersamaan ini, dan akan tetap saling membantu selama kami mampu. Namun, betapa berat pun usaha kami, kemampuan kami tetap terbatas. Kami berharap, dana yang seharusnya menjadi hak kami dan sudah direncanakan itu segera turun, bukan hanya untuk lingkungan kami saja, melainkan bagi seluruh wilayah yang membutuhkan. Kami ingin merasakan bahwa kehadiran pemerintah benar-benar terasa nyata, hadir mendampingi dan meringankan beban warga, bukan hanya sekadar janji dan rencana di atas kertas. Semoga jerih payah kami dan harapan kami didengar, agar jalan yang kami lalui kelak bukan hanya menjadi jalan yang mulus dan aman, melainkan juga jalan yang penuh harapan dan keadilan,” tambahnya lagi, dengan mata yang memancarkan keyakinan namun juga sedikit kekhawatiran.
Hingga berita ini disampaikan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Kelurahan Loa Ipuh mengenai penyebab keterlambatan pencairan anggaran serta kapan bantuan tersebut dapat dinikmati oleh warga. Di sisi lain, semangat gotong royong warga RT 23 Gang Citra Baru terus berlanjut, menjadi bukti nyata bahwa di tengah segala keterbatasan dan tantangan, kekuatan persatuan dan keinginan untuk hidup lebih layak akan selalu menjadi cahaya penuntun yang tidak akan pernah padam.

Posting Komentar